Pencarian

+

Memilih Guru

Memilih Guru
Memilih Guru

Memilih guru: 


Guru adlah salah satu rukun penting dalam belajar, guru adlah jalan menuju kebenaran, apabila jalan ini tepat maka perjalanan akan sampai kpd tujuan


Memilih guru tdk berarti menemukan sosok yg tdk salah, melainkan mencari seseorang yg kebnarannya lebih banyak daripada kesalahannya. 


Diantara tips mudah mengenal manhaj seorang guru adlah: 


A. Kenali Tilawahnya:

Mengenali tilawah yg dimaksud bukan soal kemerdua sura, tetapi soal kaedah2 tilawah


Tilawah adlah kemampuam dasar setiap guru, jika tilawahnya menyimpang dari kaedah Tahsin dan Tajwid, besar kemungkina hafalannya sedikit dan elmunya minim


B. Kenali Kemampuannya ber bahasa Arab: 

Al Quran, Sunnah dan seluruh referensi ilmu dalm Islam berbahasa Arab, jika seorang guru tdk bisa berbahasa Arab berarti referensinya dangkal, dan kemungkinan besar diapun tdk memehami kaedah2 ilmu, karena kaedah2 ini membutuhkan kemampuan berbahsa Arab 


Maka Org2 yg tdk bisa berbahasa Arab diharamkan mengajarkan Islam apalagi berfatwa


Imam Syathibi berkata: keawaman thdp bahara arab merupakan sebab munculnya sejumlah bidah dan kesesatan


C. Kenali Referensi ilmunya: 

Referensi adlah sumber ilmu, jika referensinya adlah buku2 palsafah, atau buku2 yg menyimpang dipastikan ilmu dan dakwahnyapun menyimpang 


Kalau referensinya hanya buku2 berbahasa Indonesia saja, berarti dia dangkal dan minim penguasaan ilmu meski buku2 tsb sesuai dg manhaj Salaf. 


Seorang guru yg baik adlah yg memiliki kekayaan referensi untuk menghasilkan ilmu yg lebih luas


D. Kenali Arah Dakwahnya: 

Kenali Tema dan arah dakwahnya dg baik; krn Dakwah ini bukan utk mengajak kpd kelompok tertentu, atau kpd partai tertentu, atau kpd nama tertentu, melainkan mengajak kpd Islam dan Tauhid. 


Maka tema  Aqidah merupakan concern utama dakwah kaum Salaf, disamping krn akidah adlah eksistensi dan identitas ummat, Aqidah juga merupakan imunitas ummat dari beragam kesesatan


E. Kenali Tokoh2 yg selalu disebutkan: 

Tokoh2 yg selalu disebutkan dalam ceramah biasanya merupkan potret dari citra dirinya, dan seseorang biasanya berada didalam agama tokohnya


F. Kenali Alkhlaq dan ketaqwaannya: 

Meski akhlaq bersifat personal, namun ilmu tdk akan berkah dari org2 yg miskin akhlaq. 


Dan secara fitrah pula... kita lebih mudah mengikuti perbuatan dibanding hanya  perkataan


G. Kenali gurunya

Pengaruh seorang guru sangat besar terhadap murid, sampai2 sebagai murid terjebak dalm hizbiyah dan fanatisme krn kultus yg tdk sehat thdp gurunya


Imam Ibn Hazm dikenal dg pola bicaranya yg kasar, menurut imam Dzahabi hal itu dikarenakan beliau belajar tanpa guru


Ada dua cara utk Mengenal guru seorang guru; mengenal nama gurunya, atau mengenal tempat belajarnya. 


Jadi seorang guru harus belajar kpd ulama2 Ahli Sunnah terkhusus ilmu Aqidah dan kaedah2 Tafsir. 


Namum Ulama2 Ahli Sunnah yg dimaksud adlah secara umum, tanpa terbatas pada nama tertentu.


H. Kenali pergaulannya: 

Lagi2 Pergaulan yg dimaksud bukanlah nama tertentu, tapi Ahli Sunnah secara umum


Pergaulan yg dimaksud adlah loyalitas dan kasih sayang, bukan sekedar tegur sapa biasa

 

Pergaulan dg Ahli Sunnah adlah salah satu ciri dari  seorang Ahli Sunnah, krn dua jiwa yg berbeda tidak akan bersatu didalam satu pergaulan


I. Dengarkan rekomendasi terpercaya: 

Terkadang kita tdk cukup fakta utk mengenali seorang guru, sehingga dibutuhkan kesaksian dan rekomendasi pihak ketiga dg bbrp kriteria: 

- dari seorang yg berelmu 

- memhami yg bersangkutan secara baik

- berhati tulus tanapa iri dan dengki. 

- menolak kesaksian Aqron, yakni teman seleting, imam Dzahabi berkata: kesaksian buruk (tahdzir) dikalangan Aqron wajib dilipat, dan tdk boleh dibuka. 


Terkadang terjadi perbedaan pandangan tentang seseorang, ketika itulah hendaknya masing2 lapang dada menghargai pandangan yg lain, dan tdk dibenarkan memaksakan pandangan diri sendiri kpd org lain


J. Tabayyun: 

Mayoritas penilaian negatif dikarenakan mengabaikan Tabayyun, maka Islam mewajibkan Tabayyun agr Su'udzon dan dusta tdk menumpuk dihati menjadi dosa dan kerusakan.


Tabayyun berarti memperoleh penjelasan seseorang rentang dirinya, bukan dari orang lain, sebab dia lebih memahami dirinya dibanding orang lain


  


Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Profil
Profil LSIA (Lembaga Studi Islam dan Bahasa Arab)

Mahad LSIA

Kategori
Artikel Populer
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat

Testimonial

Facebook