Pencarian

+

Pemahaman Salaf

Pemahaman Salaf
Pemahaman Salaf

Mengenal pemahaman Salaf:

Syariful Mahya Lubis


A. Devenisi: 

Pemahaman adalah ilmu atau ijtihad atau madzhab

Maka pemahaman Salaf berarti ilmu generasi terdahulu, ijtihad dan madzhab mereka dalam memahami Al Quran dan Sunnah. 


Salaf adalah tiga generasi pertama ummat Islam, yaitu generasi Sahabat, Tabiin dan Tabi' Tabiin.


Imam Ibn Taimiah berkata: mayoritas Sahabat wafat seiring berakhirnya Khulafaur Rosyidun, dan hanya sedikit Yg tersisa setelah itu. 


Mayoritas Tabiin wafat pada masa Sahabat2 yunior, yakni pada masa kepeminpinan Abdullah bin Zubair dan Abdul Malik.


Dan mayoritas Tabi' Tabiin wafat diakhir dinasti Bani Umayyah dan awal Dinasti Abbasiah. 


Imam Al Qori dalam Syarah Al Mirqot berkata; ada yang berpendapat bahwa total generasi Salaf adalah 40 tahun, ada juga yang berpendpat 80 tahun, dan ada pula yang berpendapat 100 tahun, Imam Suyuti berkata: yang tepat bahawa generasi Salaf tidak terbatasi dalam hitungan tahun tertentu, karena generasi Nabi shallallohu alihi wasallam yakni para Sahabat mulai dari kebangkitan beliau dan berakhir dengan kematian para Sahabat pada tahun 120h, generasi Tabiin sekitar 100 atau 70 tahun kemudian, dan generasi Tabi'Tabiin berakhir pada tahun 220h, yaitu tahun munculnya sejumlah bid'ah, Muktazilah, Falsafah, pendapat bahwa Al Quran adalah makhluq dimana sejumlah ulama diuji dan dipaksa dengan hal ini. 


B. Urgensi pemahaman Salaf: 

Pemahaman Salaf adalah ciri khas Ahli Sunnah, sehingga keduanya tidak dapat terpisahakan, bahkan mengabaikan pemahaman kaum Salaf adalah gerbang kesesatan, makanya Ibn Abbas menyebutkan pemahaman para Sahabat/Salaf saat berdebat dengan kaum Haruriah/Khawarij, karena pemahaman mereka adalah hakim ilmiyah dalam  memhami dalil. 


Maka segala pemahaman yang sejalan dengan pemahaman mereka adalah kebenaran, namun setiap pemahaman yang berbeda dengan pemahaman mereka adalah kesalahan dan kesesatan.


C. Pemhaman Salaf dan Dalil: 

Alquran& Sunnah terdiri dari dua bentuk; Muhkamat dan Mutasyabihat. 


- Mayoritas dalil adalah Muhkamat, yakni devenitif, jelas dan pasti. Sehingga penyelewengan tafsir (ta'wil) terhadap dalil2 Muhkamat biasanya tidak bisa dilakukan oleb Ahli Bidah. 

Misalnya Allah berfirman: 

قل هو الله أحد

Keesaan Allah jelas dalam ayat, sehingga tidak mungkin menyimpangkan  penafsirannya


- Sebagian kecil dalil adalah Mutasyabihat, yakni global dan multi tafsir, tipe dalil2 seperti inilah yang selalu menjadi peluang bagi Ahli Bidah untuk disimpangkan penafsirannya.

Misalnnya Allah berfirman: 

يد الله...

Tangan Allah... (apakah yang dimaksudkan adalah tangan sesuai keagungannya atau kekuasaanNYA, atau pemberian, atau kekuasaan...


Pemahaman Salaf tidaklah teralalu urgen untuk memahami jenis dalil yang pertama (Muhkamat), karena sifatnya jelas dan pasti, oleh sebab itu banyak orang2 kafir yang mendapatkan hidayah dengan dalil2 Muhkamat meski tanpa pemahaman Salaf.


Namun pemahaman Salaf mutlak dibutuhkan untuk memahami jenis dalil yang kedua (Mutasyabihat), karena sifafnya global dan multi tafsir


D. Tingkatan  pemahaman Salaf: 

Pemahaman Salaf sebagai ilmu, ijtihad dan madzhab terdiri dari 4 tingkatan: 

- pemahaman Salaf yang kemudian menjadi kesepakatan (Ijma) seperti Ijma mereka dalam memahami dalil2 tentang Sifat2 Allah. 


- pemahaman seorang Salaf yg tdk ditentang oleh yg lain, dan tidak pula bertentangan dengan dalil, sperti pemhaman imam Syafii terhadap ayat 15 dalam surat Al Mutoffifin bahwa orang2 yg beriman akan melihat Allah. 


- pemahaman Salaf  yang dikhilafiahkan diantara mereka, misalnya perbedaan mereka: apkah anak kecil ditanya oleh Munkar dan Nakir didalam qubur dll.


- pemahama  Salaf yang Gorib (menyalahi dalil atau menyalahi pemahaman mayoritas Salaf), seperti pemahama  Ibn Abbas terhadap ayat 42 dalam surat Al Qolam yg berbeda dengan hadits Abu Said.(As Shwaiqul Mursalah 1/252) 


Berdasarkan  karegorisasi tersebut: 

- maka pemahaman Salaf kategori pertama dan kedua adalah dalil Syari, dan mengabaikannya adalah ciri Ahli Bidah

- pemhaman Salaf yg ketiga bukanlah dalil untuk membatalkan pemahan Salaf yg berbeda dengannya

- adapun pemahan Salaf yg terkahir adlah zallatul alim (ketergelinciran  seorang ulama), maka ia bukanlah dalil.


E. Manhaj dan pemahaman Salaf: 

Yg lebih penting dari sekedar mengetahui pemahaman Salaf secara riwayat, adlah memahami pemhaman Salaf secara metodologis, yakni mengenal manhaj Salaf dalam memahami dan menjalankan Islam. 


Pengertian Manhaj Salaf adlah kaedah2 mereka dalam memahami dalil yg secara global tersebut dibawah ini: 

- memahami kebenaran melalui Quran dan hadits2 yg shahih

- mengumpulkan dalil2 dalm satu maslah sbelum menyimpulkan dan memahami

- Tidak membedakan Quran dan Sunnah, juga tdk membedakan antara hadits Mutawatir dan Ahad

- Memahami lahiriyah dalil tanpa melakukan takwil yg menyimpang

- Mengembalikan dalil Mutasyabih kpd dalil Muhkam

- Selalu mengacu kpd pemahamn Salaf dan para imam, sebagaimana para Sahabat senantiasa mengacu dan bertanya kpd Nabi shallallohu alihi wasallam

- Tdk Takalluf dan Ta’ammuq dalm memahami dalil (berlebihan) 


Spesifiknya, kaum salaf telah merumuskan kaedah2 ilmu dalam memahami Quran dan Sunnah; 

- kaedah Tafsir dan Ulumul Quran dlm memahami Quran

- Kaedah elmu hadits dalm memahami hadits

- Kaedah fiqh dan Ushul Fiqh dalm memahami Fiqh

- Kaedah Aqidah dlm memahami Aqidah dan Tauhid, spt kaedah2 Asma was Sifat, Kaedah2 dalm Iman, kaedah2 dalsm Taqdir... dll


Setiap orang yg memahami dalil sesuai kaedah2 tsb berarti ia berada diatas manhaj Salaf


Tentu Manhaj dan kaedah2 Salaf tdk terbatas hanya dalm ranah2 ilmiyah saja, tapi mencakup Manhaj dan Kaedah didalam Dakwah, bahkan Muamlah dan akhlaq. 


F. Luasnya pemhaman Salaf: 

Oleh karena Manhaj Salaf bukan soal nama manusia tertentu, tapi soal kaedah yg ditetapkan oleh kaum Salaf. 


maka semua orang yg memahami kaedah2 tersebut, dan berjalan diatas kaedah2 itu dalam memahami dan menjalankan Islam, didalam berdakwah dan bermuamalah, berarti dia berada diatas pemhaman dan manhaj Salaf



Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Profil
Profil LSIA (Lembaga Studi Islam dan Bahasa Arab)

Mahad LSIA

Kategori
Artikel Populer
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat

Testimonial

Facebook