Pencarian

+

WAHABI

WAHABI
WAHABI

Wahabi atau wahhaabi

   Semua orang pasti mengidentikkan kata itu dengan pribadi seorang pria bernama Muhammad bin Abdul Wahab, seorang ideologis kerajaan yg dibangun oleh Muhammad bin Saud, dimana kolaborasi antara keduanya menjadi cikal bakal kerajaan Saudia yang sekarang. 

   Akan tetapi  ………???
1. julukan Wahabi telah muncul semenjak semenjak abad kedua hijriah?
2. Secara resmi fatwa kesesatan Wahabi disampaikan oleh  Imam Al Lakhmi pada abad ke 4, sebagaimana ditulis oleh Al Wansyarisi dalam kitab Al Mi'yarul Ma'rib pada abad ke 9?.
3. Imamm Al Lakhmi menyebutkan kesesatan gerakan Wahabi , antara lain:
        a. Melarang penegakan syariat
        b. Mengkafirkan orang yg melaksanakan haji, dengan dalih penyembahqn terhadap batu.
        c. Mengkafirkan semua pihak yg tdk sejalan dengan  gerakan mereka.

   kejanggalan muncul karena:

1. Gerakan Islahiyah Muhammmad bin Abdul Wahab baru mumcul pada akhir abad 11, logiskah sebuah fatwa mendahului kasus???.
2. Gerakan ini berjuang menegakkan syariat, dan sampai saat ini satu2nya negara yg menjalankan syariat hanyalah Saudi -dengan tdk menafikan plus minus yg terjadi-., padahal Wahabi yang disesatkan oleh Imam Al Lakhmi membatalkan syariat????. 
3. Muhammad bin Abdul Wahab sendiri melalui beberapa tulisan beliau menampik mengkafirkan seseorang hanya karena faktor rivalitas politis, jadi seperti yang dakwa oleh sebagian orang.

   Lantas siapakah sosok dibalik jubah Wahabi ???? 

   Imam As Showi dalam Syarah tafsir Jalalain dan imam Ibn Abidin dalam kitab Syarh Ibn Abidin Memastikan bahwa Wahabi adalah seorang warga Nejed bernama Muhammad bin Abdul Wahab, yg tak lain adalah kolega Raja Muhammad bin Saud. 
   Keduanya sepakat menuduh Ibn Abdul Wahab sebagai pengikut sekte Khawarij, yg kasar, kejam dan candu mengkafirkan pihak lain. 
   Pemikiran ini diamini oleh Zaini Dahlan yg kemudian menjadi maindstreem warga Indonesia tentang Wahabi. 
   Namun pandangan berbeda disampaikan penulis kitab Nailul Author, Fathul Qodir, Irsyadul Fuhul  juga penulis kitab Ad Durrun Nadlid, yaitu Imam Asy Syaukani, beliau berkata: bahwa Muhammad bin Abdul Wahab sangat jauh dari tuduhan sesat dan Khawarij, bahkan beliau adalah motor penggerak da'wah pemurnian tauhid.
   Karya tulis beliau adalah fakta ilmiah tentang pemikiran dan perjuangan beliau. 
   Pembelaan terhadap Muhammad bin Abdul Wahab juga datang dari penulis kitab Subulus Salam dalam kitab Tathhirul I'tiqod.

   Sekedar perbandingan, dua nama terkhir lebih besar secara ilmiah, juga lebih dekat dengan masa Muhammad bin Abdul Wahab.

Nah ….
Kedua komentar kontradiktif  tadi boleh jadi menjadi sebab kebingunan sebagian orang dalam masalah ini.

Andaikata… masalah ini dihakimi menggunakan sejarah, akan  nampak bukti-bukti historis yang membawa kepada kebenaran. 

   Layak pula dikaji........

   Siapakah pihak yg paling bernafsu menyesatkan Muhammad bin Abdul Wahab dengan nama Wahabi ....????. 

   Ada empat golongan secara garis besar:
1. Syi'ah, karena faktor ideologis
2. Kaum Sufi/tasauf, juga karena benturan ideologis 
3. Asy'ariyah, Mathuridiyah dan Kullabiyah, krena konsep aqidah yg berbeda, dimana ketiganya "dinamakan" aqidah Asy'ariyah/Mathuridiyah, sementara Muhammad bin Abdul Wahab memilih aqidah Salafiyah.
   Maka disetiap negara Islam dimana ketiga ideologi tersebut dominan, maka kebencian terhadap Muhammad bin Abdul Wahab pasti tinggi denga alasan Wahabi sesat, sperti Iran, Indonesia....
4. Orang barat/kafir.
  Melalui sejarah, Orang kafir dan masyarakat barat secara khusus telah berhasil memepelajari dan menemukan kekuatan Islam,  lebih-lebih lagi setelah   sejumlah konforntasi terbuka dengan sejumlah negara Islam seperti daulah Othmaniah, daulah Ayyubiyah dll.
Dimana kekuatan kaum muslimin adalah apabila mereka berpegang teguh dengan sumber agama mereka, yaitu Quran dan Sunnah.
Dan masalah sangat buruk bagi orang-orang kafir, saat da’wah penegakan syariah Muhammad bin Abdul Wahhab itu tegak dibelahan bumi yang sangat diagungkan oleh kaum Muslim disleuruh dunia, yang nota bene akan melahirka bias yang sangat serius terhadap Negara-negara lain.  
Adalah Sadleer seorang warga inggiris yang menjabat sebagai duta inggiris di India pada abad 19, atau tepatnya sekitar tahun 1819, sangat terusik dengan dakwah Islahiyah Muhammad bin Abdul Wahhab, pasalnya aliran sesat ciptaan inggiris “Ahmadiyah” betul-betul menemukan ganjalan yang cukup berarrti dari dakwah Imam Muhammad bin Abdul Wahhab melalui orang-orang yang telah belajar dan terinspirasi dengan beliau seperti seorang dai bernama Ahmad Bariliy, atau Nizar Ali dll.
Oleh sebab itu mereka merekayas sejumlah konspirasi melawan dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab, baik konspirasi berdarah seperti penghancuran yang dilakukan oleh Ibrahim Basya di Dir’iyah/ Nejed berdasrakan perintah dari Inggiris, ataupun konspirasi pembunuhan karakter, yaitu dengan menyebut dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai dakwah Wahabi.
Yang terakhir ini ternyata tidak sekedar pembunuhan karekater secara social, tapi juga merupkan cetak biru siasat devide et impera secara politik internasional, dimana kerajaan Saudi dapat terlemahkan dengan isyu tersebut.

Wahabisme  bagi Inggiris adalah “pakain jadi”  yang siap dikenakan kepada dakwah Muhammad bin Abdul wahhab, pasalnya kesesatan wahabisme telah diketahui oleh sebagian kaum muslimin, kemudian mereka mempropagandakannya terhadap Imam Muhammad in Abdul Wahab karena adanya kemiripan nama.   
   
   Lantas siapakah laki2 dibalik tabir wahabisme itu....?

   Berdasarkan peneliatian dan fatwa abad ke 4 yg disampaikan oleh Imam Al Lakhmi, seorang mufti  Magribi/wilayah Marokko dan Andalusia, yg kemudian ditulis oleh imam Al wansyarisi dalam Kitab Al Mi'yarul Ma'rib fi fatawa ahlil Magriby pada abad ke 9 bahwa lelaki fitnah tersebut adalah: ABDUL WAHHAB BIN ABDUL RAHMAN BIN RUSTUM AL IBADLI  AL KHORIJI, pengikut sekte khowarij golongan Al Ibadliyah, yg memang menamakan diri dg Al Wahhabiah yg secara politis bernaung dibawah daulah Rustumiah, yg basic politiknya berada dikota Tahart,Afrika Utara.

Cuplikan ini merupakan sekelumit data yang berhasil dirangkum oleh Dr Muhammad bin Sa’d aAsy  Syuwai’ir  dalam buku beliau yang berjudul: 

Tashih khoto’ tarikhi haulal wahabiah (تصحيح خطأ تاريخي حول الوهابية)

Buku ini lahir untuk menjawab peratanyaan-pertanyaan seputar Wahabisme, muncul dari hasil dialog ilmiah antara penulis dengan sejumlah tokoh di Marokko yang kemudian dikemas dalam bentuk buku. 

Penulis tidak hanya mengurai jalan dialog tersebut dengan ilmiah, tapi juga menyiangkap konspirasi kaum kafir dibelakng isyu wahabisme tersebut bedasrkan fakta dan data. 

Buku yang diterbitkan oleh Griya Elmu dengan total halamn mencapai….. halaman, tidak Cuma layak dibaca untuk menyingkap tabir fitnah secara ilmiyah, api juga layak menjadi penghuni rak buku dirumah atau lembaga kita untuk mewariskan  fakta yang bisa jadi tengah terabaikan kepada generasi setelah kita. 

Buku ini juga merangkum tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepada Muhammad bin Abul Wahhab, berikut sanggahannya secara ilmiah dan berdasarkan fakta. 




Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Profil
Profil LSIA (Lembaga Studi Islam dan Bahasa Arab)

Mahad LSIA

Kategori
Artikel Populer
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat

Testimonial

Facebook